Lagu syukur yang dimaksud dalam tulisan ini bukanlah lagu nasional, melainkan lagu milik Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Pencipta syukur bernama Daniati Rahmah. Lirik lagu ini cukup puitis dan mengena menurut saya catatan ini. Musik yang mengalun indah dalam lagu ini membuat pesan yang terkandung bisa semakin tersampaikan. Saya mulai tertarik dengan lagu-lagu IPM sejak tahun lalu ketika acara Genderang Sastra yang bekerja sama dengan IPM Surabaya. Mars IPM dan bacalah merupakan dua lagu yang menjadi awal ketertarikan saya dengan lagu-lagu lainnya. Akhirnya, setelah itu, saya mengunduh berbagai lagu yang lain, misalnya ukhuwah, aku cinta IPM, janji kader, pelajar Muhammadiyah, dan lainnya. Saya tidak pernah menjadi kader IPM. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam tulisan ini. Semoga tulisan ini menginspirasi dan memotivasi.

Syukur (Cipt. Daniati Rahmah)

(Bait Pertama)
Deras hujan yang baru saja berlalu
Menyisakan semerbak bau tanah
Membuatku teringat dimana jasadku nanti
Saat jiwaku pergi kembali pada-Mu

(Bait Kedua)
Allah, perjuangan ini masih panjang
Meski kadang ujian datang menghadang
Kutemukan nikmat-Mu
Kudapatkan hikmah-Mu
Namun seringkali aku memungkirinya

(Bait Ketiga)
Jadikan aku hamba yang pandai bersyukur
Yang dapat memaknai segala yang pernah Kau beri
Jauhkan aku dari siksa neraka-Mu
Dekatkan aku pada nikmat surga-Mu

1. Bait Pertama: Membaca Alam
Makna dari membaca secara umum adalah melihat dan memahami suatu tulisan. Namun, yang mampu dibaca manusia tidak hanya tulisan. Seorang manusia ternyata mampu membaca sifat, alur berpikir, dan kondisi kejiwaan orang lain. Manusia juga mampu membaca alam, memperhatikan tanda-tanda kekuasan-Nya. Tentu dua jenis membaca tersebut memiliki teknik yang berbeda dengan membaca pada umumnya.

Bait pertama lagu ini menceritakan tentang pencipta lagu ini. Dia mampu mengambil hikmah dari suatu peristiwa alam. Dia mampu membaca hujan dan lantas menghubungkannya dengan kehidupan. Bila hujan atau gerimis telah usai, bau khas tanah bercampur hujan akan keluar. Suatu saat setiap orang akan kembali ke tanah, telah menjadi mayat. Dia teringat hal itu saat bau tanah tersebut muncul.

Pada dasarnya setiap fenomena alam yang terjadi bisa dikatkan dengan kehidupan. Tentu hal itu bisa dilakukan bila seseorang mampu berpikir secara filosofis. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang senantiasa berpikir terhadap tanda-tanda kekuasan-Nya.

*Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya. (Ar Ruum[30]: 24)

*Manusia merupakan agen untuk menggali ilmu pengetahuan (sains) di alam kosmologi ini dengan berbagai dimensi fakultas pengetahuan. (Kutipan buku Membaca Muhammadiyah; Refleksi Kritis Anak Muda Lintas Isu halaman 131)

2. Bait Kedua: Perjuangan dan Pengingkaran
Hidup ini penuh dengan dinamika. Kalau masih anak-anak, dinamika tersebut belumlah terasa. Namun, begitu seseorang memasuki masa remaja apalagi dewasa, hal itu pastilah sudah terasa. Mengatur waktu, membuat keputusan yang baik, bekerja cerdas dan keras merupakan sikap yang bijak untuk menghadapi dinamika tersebut.

Perjuangan mutlak dilakukan untuk melewati dinamika dalam hidup. Perjuangan ini masih panjang. Begitu kalimat pada bait kedua baris pertama. Perjuangan yang dimaksud bisa mengacu kepada jalan dakwah maupun jalan karir. Untuk menciptakan masyarakat yang baik melalui dakwah memanglah butuh perjuangan yang panjang. Begitu juga ketika hendak meraih cita-cita karir dibutuhkan pula perjuangan yang tak mudah.

Perjuangan dan ujian memang senantiasa beriringan. Namun, dengan adanya nikmat dari Allah, perjuangan bisa dilakukan dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga. Ketika ujian telah menghampiri, suatu hikmah atau pelajaran hidup akan bisa diperoleh. Dengan adanya nikmat, manusia bisa berjuang melewati berbagai dinamika hidup. Dua hal tersebut, nikmat dan hikmah, sayangnya sering dilupakan oleh manusia. Apakah mereka hendak menjadi hamba yang tidak tahu arti dari berterima kasih?

*Hidup adalah pembelajaran yang tiada henti hingga napas terhenti. Perjuangan yang tiada habisnya. Perlombaan sudah dimulai dari alam kandungan ketika benih-benih kehidupan berjuang menembus sel telur hingga keluar satu di antara ribuan sebagai pemenang pertama. Setiap orang dilahirkan untuk menjadi istimewa. Karena itu, saya tidak akan melewatkan setiap detik pun dengan percuma. Berlari, jatuh, dan bangkit adalah alur dari kehidupan. (Kutipan buku Berjalan di Atas Cahaya halaman 158)

3. Bait Ketiga: Bersyukurlah
Bersyukur dimaknai sebagai rasa berterima kasih kepada Tuhan karena Dia telah memberikan banyak nikmat. Bersyukur memang belumlah cukup dengan ucapan saja. Tindakanlah yang menyempurnakannya.

Pada bait pertama telah dipaparkan, bau tanah setelah hujan bisa dijadikan suatu pelajaran. Segala pemberian-Nya baik yang ada di alam maupun tubuh bisa dimaknai lantas disyukuri. Adanya akal, perasaan, fisik, dan kesempatan termasuk nikmat dari-Nya yang wajib dimaknai dan disyukuri.

Ada atau tidaknya wujud konkret syukur bisa jadi menentukan tempat berakhirnya seseorang, surga atau neraka. Hal pertama yang diinginkan penulis lirik ini adalah menjadi hamba yang pandai bersyukur. Saat seseorang telah pandai bersyukur, tidak iri pada orang lain, sering mengucapkan hamdalah, dan menggunakan pemberian-Nya untuk kebaikan, ia telah semakin dekat dengan nikmat surga-Nya kelak. Ayo, bersyukur.

*Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Luqman[31]: 12)

*Rasa syukur menghilangkan keluhan. Rasa syukur juga yang mengalirkan ketenangan dan kekuatan, termasuk untuk berbuat bagi orang lain. (Kutipan tulisan novelis Asma Nadia yang berjudul Melangitkan Syukur)

Unduh Lagu SyukurKlik di sini

(Sumber gambar: http://iwanttohappierever.blogspot.co.id/2014/06/tata-cara-rukun-sujud-syukur-agar-bukan.html)

Advertisements