A. Profil Narasumber
1. Nama Lengkap: Aynul Iyzah
2. Tempat, Tgl Lahir: Surabaya, 5 Juni 1995
3. Riwayat Pendidikan:
MI Yayasan Perguruan Islam Akhul Wathon Surabaya
MTs Yayasan Tahsinul Akhlaq Bahrul Ulum Surabaya
SMK Wachid Hasyim 1 Surabaya
Universitas Muhammadiyah Surabaya
4. Status:
Mahasiswi angkatan 2014 S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UM Surabaya
Guru les privat
Sutradara
5. Pengalaman organisasi/kepanitiaan
Anggota Departemen Seni, Budaya, dan Olahraga Himapbsindo UM Surabaya tahun 2015
Anggota divisi acara Pelatihan Dasar Organisasi Mahasiswa Himapbsindo UM Surabaya tahun 2015
Koordinator divisi lomba Genderang Sastra Himapbsindo UM Surabaya tahun 2015 dan 2016
6. Beberapa karyanya:
Di Bawah Naungan Cheng Ho (Film)
Bahasa Kita Bahasa Indonesia (Film)
Hujan dan Pahlawan (Puisi)
Wong Sugih Mati Keluwen; Falsafah Kearifan Jawa di Tengah Zaman Edan (Artikel)
7. Motto Hidup: Karier dan pekerjaan adalah yang utama

 B. Transkrip Wawancara
1. Menurutmu apakah yang dimaksud dengan impian?
Impian itu yang harus dicapai di masa depan.

2. Mengapa setiap orang termasuk perempuan harus memiliki impian dalam hidup?
Karena impian itu tujuan yang harus dilakukan agar dia punya motivasi hidup untuk ke depannya.

3. Apakah impian-impianmu pada masa mendatang?
Pengen jadi news anchor (pembaca dan pemberi komentar suatu berita), pengen jadi reporter yang ada di lapangan karena memang saya basic-nya di lapangan, gak pernah ingin kerja di dalam ruangan.

4. Mengapa dirimu ingin seperti itu?
Karena saya suka bertemu dengan orang baru terutama orang-orang baru yang memang banyak pengalaman. Jadi saya suka bertemu orang baru mangkannya saya ingin kerja di lapangan jadi reporter meliput peristiwa dan sebagainya.

5. Bagaimana caramu mewujudkannya?
Belajar, sering lihat teman-teman reporter dan pembaca berita di TV. Belajar sama teman-teman yang memang sudah kenal di ITS TV dan sering mengikuti acara-acara seperti itu.

6. Siapa orang-orang yang selalu memotivasi dirimu dalam menggapai impian-impianmu?
Banyak, yang disebutin itu banyak banget. Ayah, Ibu, Mas Fikri, teman-teman film, Bang Abrar, Bang Halim, banyak pokoknya teman-teman yang ada di sekitar.

7. Bila ada orang yang memiliki impian tinggi, tetapi dia memiliki kekurangan dalam hal fisik, dana, kemampuan, dan jaringan, bagaimana tindakan yang seharusnya dilakukan?
Tindakan yang harus dilakukan ya dia harus berusaha. Berusaha itu dari kemauan dia. Kalau ada kemauan pasti ada jalan. Gak tentu orang yang difabel atau disabilitas atau gak punya kemampuan terus dia gak bisa. Itu salah banget. Meskipun banyak orang kaya, banyak uangnya, punya materi banyak, terus dalam fisik dia sempurna tapi banyak orang-orang (seperti itu) tidak bisa menggapai impiannya.

8. Ada anggapan bahwa nantinya setiap perempuan hanya bekerja di rumah saja sehingga tidak perlu memiliki impian tinggi dan tidak usah berpendidikan tinggi. Bagaimana pendapatmu?
Itu salah. Jadi menurut saya, jadi perempuan memang kodratnya itu di rumah ya ngurusi anak, ngurusi suami. Tapi alangkah baiknya perempuan juga bisa berkarir di luar, tidak melupakan pekerjaannya di rumah. Meskipun 80% dia harus bekerja di rumah karena memang ada anak-anaknya. Jadi dia harus berpendidikan tinggi karena nanti dia harus mengajari anak-anaknya itu tadi.

9. Dirimu selalu memakai pakaian yang sesuai standar Islam bila keluar rumah. Namun, di sisi lain ada paradigma dan realita bahwa pakaian seperti itu bisa menghambat karir maupun impian seorang perempuan. Bagaimana pendapatmu?
Ya memang, jadi mungkin kalau di kampus itu memang teman-teman sudah berpakaian seperti itu, jadi tidak kaget. Tapi kalau di luar, saya sering dipanggil “ustazah, ummi” dan sebagainya karena memang teman-teman tidak memakai seperti itu. Kalau menghambat sih gak ya, gak menghambat, sejauh ini sih saya bekerja di les privat maupun film tidak menghambat karena memang tidak ada larangan seperti itu. Tapi kalau kerja di luar, mungkin ya gak bisa karena harus pakaiannya seperti itu (tidak sesuai standar Islam), menyesuaikan karir masing-masing.

10. Apa pesanmu untuk seluruh perempuan di negeri ini tentang impian?
Terus capai impianmu, jangan patah semangat, terus jangan berpikiran bahwa perempuan lulus SMA atau lulus sarjana harus nikah, gak tentu. Jadi harus tetep meraih impian, tetap ingat sama kodratnya masing-masing bahwa kita juga butuh laki-laki, terus kita juga harus mandiri sendiri tanpa dibantu orang lain tapi tetap harus ingat kodrat masing-masing seperti itu.

Advertisements