Assalamu’alaikum

Bagaimana kabarmu hari ini? Baik-baik sajakah? Alhamdulillah. Semoga kita senantiasa mensyukuri nikmat dari Allah, Sang Maha Pengasih. Andaikan kondisimu tidaklah seperti harapan, semoga kelak ribuan nikmat akan menerpamu, membuat masalah-masalah yang hadir menjadi sirna.

Saat ini engkau melihat surat dari kami, hati dan pikiranmu. Ya, surat ini sengaja kami tulis berdua. Luangkanlah waktu sejenak saja untuk membaca dan menghayatinya. Apa yang engkau baca ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masa depanmu, agamamu, dan keluargamu. Semoga hidupmu lebih bermakna. Semoga jalanmu semakin berharga.

Kawan, izinkanlah hatimu ini untuk bercengkrama denganmu lebih dahulu. Ada banyak hal di dunia yang tak mampu kaulihat. Salah satunya tentu diriku ini. Namun, munculnya perasaan dari setiap insan adalah bukti nyata adanya diriku. Oh ya, berbicara tentang perasaan dan hati, aku jadi ingat firman penciptaku. Dia berkata yang artinya Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Firman itu terabadikan dalam surat Ali ‘Imran ayat ke-139. Akan tetapi, masih saja banyak manusia yang masih belum bersikap kuat.

Aku hanyalah hati yang menyesuaikan tempatku berada. Bila aku berada di manusia yang mudah bimbang, diriku pun juga demikian. Jika aku berada di manusia yang tangguh, diriku pun akan menjadi seperti itu. Andai aku terletak di dalam manusia yang mudah iri atau marah, aku pun tak kuasa untuk melawan dua sikap itu. Kawan, hayatilah ini baik-baik. Sejatinya semua manusia bisa memperbaiki dirinya. Jadikanlah aku sebagai hati yang kuat, mampu berdiri tegak dalam setiap masalah. Itu mungkin sangatlah sulit, tetapi tidak mustahil untuk dilakukan. Semoga masa-masa sulit mengendalikanku bisa segera kau akhiri.

Kawan, izinkanlah pikiranmu ini yang berganti untuk berbicara denganmu lewat rangkaian kata dalam surat ini. Jika Sang Hati teringat suatu firman dari penciptanya, aku pun juga demikian. Firman itu terabadikan dalam surat Yunus ayat ke-100. Artinya Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. Apakah dirimu tidak takut pada murka-Nya, Kawan? Sejatinya aku sangatlah ingin tunduk pada penciptaku, senantiasa bekerja dan bermanfaat untuk suatu kebaikan. Namun, sama seperti Sang Hati, aku tak kuasa menolak tempatku berada. Sungguh tersiksanya diriku bila berada dalam manusia yang malas berpikir dan enggan menggunakan akalnya. Akibatnya, aku pun juga terkena murka-Nya.

Tibalah kita pada akhir perjumpaan kita. Sang Hati mempersilakanku untuk menutup surat ini. Dirimu tentu tahu penciptaku telah menganugerahkan suatu nikmat yang agung pada setiap insan, yaitu diriku. Dengan berpikir, amatlah banyak hal yang bisa kau dapatkan. Dengan menghayati, sangatlah beragam pula hal yang dapat dirimu peroleh. Akan tetapi, kami tak ingin saling menyakiti. Terkadang ada manusia yang terlalu menggunakan Sang Hati sehingga insan itu melemahkanku. Aku tak mampu berpikir dengan baik. Terkadang pula ada manusia yang terus memacu diriku secara berlebihan sehingga sahabatku diabaikan olehnya. Kami tak ingin dua hal menakutkan itu terjadi. Oleh karena itu, jadilah sosok manusia yang mampu menggunakan kami sama baiknya. Sulit? Ya, kami tahu itu. Bukankah tadi sahabatku berkata meskipun sangatlah sulit, tetapi tidak mustahil untuk dilakukan? Kawan, kami sungguh menantikan masa-masa itu. Masa yang jelas tergambar di ufuk langit bahwa dirimu adalah hamba-Nya yang luar biasa ketika menggunakan kami, Sang Hati dan Sang Pikiran. Dari kami yang selalu bersamamu hingga kini, semoga kita senantiasa dinaungi kebenaran dan kebaikan. Aamiin.

Wassalamu’alaikum

(Sumber gambar: http://www.rosediana.net/2015/08/hati-dan-pikiran-yang-klop-untuk-menolak-beberapa-job/)

Advertisements