A. Sinopsis Novel Negeri di Ujung Tanduk
Novel ini adalah seri kedua dari novel Negeri Para Bedebah. Thomas adalah tokoh utama dalam novel ini yang berperan sebagai konsultan politik yang sangat cerdas dan pandai berstrategi. Terbukti dia mampu memenangkan calon gubernur dua periode berturut-turut bahkan mengalahkan calon petahana (incumbent). Kali ini ia harus memenangkan seorang calon untuk maju sebagai calon presiden dalam konvensi suatu partai. Namun, usahanya tidaklah mudah. Banyak musuh-musuh politik Thomas dan calon tersebut yang ingin menjegalnya. Dimulai dari difitnahnya Thomas membawa 100 Kg narkoba dan beberapa senjata teroris. Kejadian tersebut berlangsung di kapal pribadi Thomas yang didalamnya juga ada kakek, kadek, dan Maryam. Akan tetapi, berkat kecerdasan Thomas, mereka bisa lolos dari penjara meskipun menjadi buronan internasional.

Demi keamanan, kakek dan kadek ditempatkan di bangunan terpencil, sedangkan Thomas dan Maryam yang mulai kompak menuju kantor. Mereka hendak melakukan riset tentang otak di balik peristiwa itu. Ternyata itu adalah perbuatan mafia hukum. Di kantor Thomas ada Kris yang sangat ahli Teknologi Informas dan Komunikasi (TIK). Informasi apapun bisa dicari lewat pengumpulan dan analisis data. Tidak lama kemudian Thomas dan Maryam ditangkap paksa oleh polisi khusus. Tentu karena mereka buronan internasional. Berkat strategi dan momentum yang tepat lagi-lagi Thomas berhasil kabur dari penjara beserta Maryam.

Malapetaka justru terjadi pada sang calon. Dia ditangkap KPK atas dugaan korupsi pembangunan Gedung Olahraga Nasional. Tentu saja itu permainan kotor dari lawan politiknya mengingat sang calon memiliki riwayat yang bersih. Thomas melakukan serangan balik. Berkat bantuan Kris dan kecerdasan Thomas lima orang mafia hukum tersebut yang merupakan anggota DPR  berhasil ditangkap polisi dengan bukti yang kuat. Sebenarnya semua anggota mafia hukum bisa ditangkap. Namun, Liem Soerja yang menjadi saksi kunci diculik oleh mafia hukum tersebut setelah peristiwa itu. Di sisi lain pihak yang memfitnah sang calon ingin supaya Thomas berduel dan berunding. Tujuannya adalah untuk membebaskan sang calon supaya bisa ikut konvensi dan membersihkan namanya. Thomas harus datang sendiri tanpa Maryam yang senantiasa mendampingi perjuangannya.

Waktu yang dinanti pun tiba. Thomas digiring menuju kapal New Panamax dengan penjagaan ketat orang-orang bersenjata. Di atas laut bebas terjadi perundingan sengit antara Thomas dan Shinpei yang merupakan kepala mafia hukum. Dia dulunya saudagar kaya yang cerdas. Dia mampu menghapus namanya di Internet. Tindakan yang sebenarnya amat susah dilakukan oleh orang pada umumnya. Ketika ada momentum, Thomas langsung merebut pistol orang di sebelahnya dan menembakkannya ke seorang jenderal bintang tiga. Dia yang menangkap Thomas ketika dipenjara kali kedua. Akhirnya, keributan dan saling menembak pun terjadi. Ternyata orang-orang di sebelah Thomas yang memakai penutup wajah dan bersenjata itu adalah anggota kepolisian di penjara yang sempat ditempati Thomas. Setelah sekian lama pertempuran terjadi akhirnya bantuan terakhir datang dari Lee, petinju hebat yang berhasil dikalahkan Thomas ketika duel di suatu klub. Dia menembakkan rudal ke arah musuh melalui helipokter. Pertempuran pun berakhir. Pada akhirnya Shinpei dan kawan-kawannya dihukum. Calon yang berinisial JD berhasil memenangI konvensi partai berkat dukungan rekan-rekannya, keluarganya, dan strategi dari Thomas.

B. Amanat Novel Negeri di Ujung Tanduk
1. Pentingnya Mengembangkan Suatu Keahlian
Thomas memiliki dua gelar yaitu master bisnis dan master politik. Dua gelar tersebut mengindikasikan dia pandai dalam bisnis dan politik. Terbukti dia mampu membeli infrastruktur canggih untuk mendukung kinerjanya sebagai konsultan politik yang mampu memenangkan tiga calon. Setiap manusia pasti memiliki keahlian tertentu. Misalnya, ada yang ahli di bidang pemikiran, fisik, penulisan, dll. Tidak penting mendebatkan keahlian masing-masing. Justru yang terpenting adalah seberapa jauh keahlian tersebut bisa bermanfaat terutama bagi masyarakat. Mengapa? Karena manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

2. Loyalitas
Loyalitas sangat ditunjukkan oleh Kris dan Maggie. Kris adalah ahli TIK sedangkan Maggie adalah sekretaris pribadi Thomas. Mereka bekerja sangat baik untuk membantu Thomas. Mereka terkadang tidur di kantor dan menganggap liburan tertunda lama pun tidak menjadi masalah. Hal itu disebabkan mereka paham bahwa Thomas memperjuangkan sebuah kebenaran. Thomas pun tak kalah hebatnya dalam membela JD. Loyalitas bisa membuat suatu tujuan mudah tercapai karena pada orang-orang yang loyal terdapat semangat tingggi dan kadang-kadang tak mampu dinalar manusia. Namun, tingkat keloyalan manusia yang tertinggi harus ada pada Tuhannya.

*Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Pemelihara alam semesta. (Al An’aam[6]: 162)

3. Harus Ada Realistis di Balik Optimistis
Thomas begitu optimis akan memenangkan JD. Tentu saja hal itu disertai dengan sikap realistis yaitu membuat strategi. Nekat dan optimistis perbedaannya sangat tipis. Terkadang ada orang-orang yang melakukan sesuatu tanpa perhitungan yang matang. Akhirnya, kecelakaanlah yang datang padanya. Tidak masalah jika seseorang batal melakukan sesuatu selama hal tersebut realistis. Dengan demikian, fungsi akal pun harus digunakan secara baik dan bijak.

4. Anggapan Politik Bersifat Kotor adalah Salah Besar
Mengapa Thomas begitu memperjuangkan JD? Tentu saja dia ingin mengubah kondisi negerinya yang berada di ujung tanduk. Pemimpin atau dalam hal ini presiden bisa membawa suatu negeri ke arah yang lebih baik karena dialah yang memegang semua sistem negara. Namun, realitas yang sekarang terjadi adalah orang-orang bersifat apatis atau tidak peduli dengan pemerintahan dan politik. Mereka beranggapan yang penting bisa makan sudah beres. Orang-orang baik pun takut untuk memasuki dunia politik karena memiliki paradigma bahwa politik itu kotor. Sebenarnya politik itu baik karena merupakan pondasi utama untuk memperbaiki masyarakat. Hanya saja oknum-oknum pelaku politik yang justru mengotori politik. Mereka bermain kotor dan curang. Ada analogi seperti ini Mengapa Islam di Barat disebut teroris? Karena ada oknum muslimin yang menjadi teroris. Simpulannya, yang salah adalah terorisnya, bukan agama Islam. Dengan demikian, yang kotor adalah para oknum pelaku politik, bukan politik.

*Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.  Merekalah orang-orang yang beruntung (Ali Imran[3]: 104)

*Selalulah menjadi anak muda yang peduli, memilih jalan suci penuh kemuliaan. Kau akan menjalani kehidupan ini penuh dengan kehormatan. Kehormatan seorang petarung. (Kutipan di halaman terakhir novel Negeri di Ujung Tanduk)

Advertisements