Salam kebijaksanaan,

Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga tetap dalam lindungan langit yang agung. Langit yang senantiasa menghadirkan keajaiban. Langit yang selalu membawa berkah bagi mereka, orang-orang yang merasa cukup atas dirinya. Banyak perbedaan yang kujumpai pada zaman ini. Sangat berbeda dengan saat Laksamana Ramirez dan Jim masih hidup. Siapa itu Laksamana Ramirez? Siapa pula Jim? Atau jangan-jangan ada yang belum mengenalku? Maafkanlah pria tua yang kurang sopan ini karena belum memperkenalkan diri. Aku adalah Sang Penandai, seorang pengelana waktu. Tidak banyak yang tahu tentang diriku. Namun, ada seorang anak manusia yang mampu menuliskan kisah Sang Penandai. Tentu pemuda zaman ini lebih mengenal sosok anak manusia tersebut.

Dongeng. Mendengar kata itu yang terlintas di benak setiap orang tentunya adalah keajaiban dan hal-hal aneh. Aku lihat peradaban dan pemikiran kalian lebih maju dari zaman sebelumnya. Keajaiban dan hal yang aneh pasti dianggap khayalan. Namun, dua orang yang kusebut namanya tadi justru memperoleh sebuah pelajaran hidup dari dongeng. Dongeng yang mereka ciptakan sendiri. Dongeng yang mereka jalani sendiri. Dongeng yang membuat seluruh jiwa dan raga dipertaruhkan. Tanah Harapan adalah tujuan mereka ketika menjalaninya. Ah, aku jadi teringat dengan keduanya. Mereka memanggil pria tua ini saat keduanya menemui kesulitan yang sangat rumit. Laksamana Ramirez bertemu denganku tiga kali seumur hidup. Jim kuberi kesempatan menemuiku empat kali sebelum akhirnya dia menemui ajal di hutan.

Hasil takkan pernah mengkhianati usaha. Semakin baik usahamu semakin baik pula hasilnya. Semangat itulah yang harus ada pada kalian. Aku tahu kemampuan para pemuda. Menembus dinding-dinding peradaban zaman. Mencetak karya-karya agung. Menepis segala keburukan yang menghampiri. Kalian bisa. Kalian mampu. Dengan begitu terciptalah sebuah dongeng kehidupan yang bisa berlayar menuju tanah impian. Sebuah dongeng berupa kisah hidup yang kalian jalani. Meraih keberhasilan luar biasa sudah di genggaman jika seperti itu. Tidakkah kalian ingin meneladani perjuangan Laksamana Ramirez dan Jim menuju Tanah Harapan?

Oh ya, maafkan diriku yang tadi terlalu berapi-api. Mendadak diriku teringat sesuatu. Jiwa. Orang-orang pintar pada zaman kalian memiliki sebuah pendapat. Aku pun baru tahu pendapat itu ketika tiba di sini. Kata mereka, jiwa-jiwa pemuda itu sering goyah, tidak teguh. Akibatnya? Seluruh kemampuan mereka bisa musnah berkeping-keping. Tak ada lagi kisah hidup mulia, karya-karya pendobrak zaman menjadi langka, hancur sudah tameng penepis keburukan. Namun, pada zaman ini pula diriku mengenal sebuah kata baru. Matuvasi, mutulasi. Oh, bukan. Motivasi. Ya, motivasi. Dengan motivasi maka siapa saja bisa bersemangat lagi dalam membangun jalan dongengnya. Sayangnya, Langit tidak mengizinkanku bertemu kalian ketika semangat melemah dan kesulitan melanda. Namun, Langit telah mengirim orang-orang hebat pada kalian. Mereka adalah saudara, orangtua, dan sahabat. Merekalah yang membantu semangatmu berkibar lagi. Merekalah yang menolong supaya kesulitanmu menjadi reruntuhan. Bersyukurlah dan jangan pernah mengecewakan mereka! Jalan cerita dongengmu sungguh masih panjang, Nak. Semoga Langit tidak berkehendak lain. Rangkailah jalan-jalan itu menjadi kisah hidup yang mampu memberi kebaikan bagi dirimu dan orang lain! Bagaimana dengan jalan cerita berlubang yang telah dilewati? Lupakanlah dan ambil pelajaran darinya seperti yang dilakukan Jim kepada Nayla! Aku menunggumu. Dariku Sang Penandai untukmu wahai pemuda.

Salam kebijaksanaan.

*Ada banyak lagi orang-orang di dunia ini yang tak pernah terpilih untuk menjalani dongeng yang dijanjikan. Tetapi Pate mengerti, dia bisa memilih jalan hidupnya sendiri, mengguratkan dongeng-dongeng yang dipilihnya sendiri. Semua orang di dunia ini bisa memilih kisah agar hidupnya lebih berarti. Dan Pate sudah memilihnya. Dia berbagi apa saja. Termasuk berbagi nyawanya dengan Laksamana Ramirez dan Jim hari ini. (Kutipan novel Kisah Sang Penandai karya Tere Liye)

*Sebuah tulisan yang terinspirasi dari novel Kisah Sang Penandai karya Tere Liye.

(Sumber gambar: https://kasriani.wordpress.com/2012/06/11/sinopsis-novel-tere-liye-sang-penandai/)

 

Advertisements