Ada Band adalah grup musik terkenal asal Jakarta, Indonesia. Grup ini terbentuk pada tahun 1996. Hingga tahun 2013 mereka sudah merilis sepuluh album lagu dan tiga album kompilasi. Tentu itu merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Pada umumnya Ada Band membuat lagu bertema percintaan. Namun, ada satu lagu yang bertema semangat hidup dari grup ini. Armada masa depan. Ya, itulah judul lagu yang dirilis pada tahun 2008. Meskipun lagu lama, saya tertarik untuk mengambil beberapa pelajaran dari lirik lagu ini. Ketika ada istilah bedah buku, maka artikel ini saya beri istilah bedah lirik. Semoga menginspirasi.

Armada Masa Depan (Ada Band)

(Bait Pertama)
Indah persahabatan
Tak pernah hilang di memori ini
Tertawa bersama
Meski selalu diiringi oleh kesedihan
Penuh warna

(Bait Kedua)
Bila telah dewasa
Terkadang kita kekanak-kanakan
Selalu berkhayal
Namun melangkah dengan cita-cita yang mulia
Anugerah Sang Kuasa

(Bait Ketiga)
Kitalah armada masa depan
Yang akan mengukir dunia
Raih semua bintang dan tebarkan
Sinarnya terangi semesta

(Bait Keempat)
Takkan dipungkiri
Nanti kita akan menjadi tua
Jangan dibiarkan bergulirnya waktu
Hanyalah memakan usia

(Bait Kelima)
Hempaskan ragu dan kegalauan
Gapailah semua angan mimpimu
Cerahnya hari bila tercipta
Mahakarya anak manusia

1. Bait Pertama: Arti Persahabatan
Setiap manusia pasti memiliki teman dan pada umumnya setiap manusia memiliki sahabat. Dia adalah sosok yang paling dekat dan mengerti. Bercanda bersama, berbagi bersama, saling memberi arti, dan saling menyemangati adalah hal yang indah di antara mereka. Namun, keadaan tidak selalu berjalan baik. Kesedihan, perselisihan, dan salah paham bisa saja terjadi. Di situlah ujian terhadap persahabatan sedang berlangsung. Mereka yang bersahabat karena ‘ada apanya’ akan saling memisahkan diri. Sebaliknya, mereka yang bersahabat secara tulus akan saling menguatkan diri dan sahabatnya. Novelis Tere Liye pernah menulis di halaman Facebook-nya Dua sahabat baik yang lagi marahan, salah-paham, jika kemudian mereka berbaikan, maka mereka akan menjadi semakin dekat dan saling memahami. Adanya kebahagiaan dan kesedihan merupakan warna bagi suatu persahabatan. Dua kejadian itu takkan pernah dilupakan dan akan menjadi sebuah pelajaran. Mereka bersikap sabar dan saling mengerti bila lama tidak bertemu dan berkomunikasi karena kesibukan masing-masing. Semoga keutuhan persahabatan yang kita miliki masing-masing bisa tetap terjaga.

2. Bait Kedua: Khayalan yang Terulang
Usia kita akan terus berjalan. Suatu saat masa dewasa akan dilalui kecuali ada kondisi yang menghambat atau menghentikannya. Secara umum orang dewasa adalah orang yang fisik dan jiwanya telah matang. Fase sebelum dewasa adalah remaja dan anak-anak. Ketika masa anak-anak berlangsung, mereka tentu sering berkhayal dan menginginkan sesuatu. Karena masih anak-anak, cara mendapatkan sesuatu pun sangat mudah. Dua cara utama adalah dengan menangis atau meminta. Ya, hal itu mudah sekali dilakukan. Khayalan anak-anak pada umumnya juga sangat tinggi, tanpa perhitungan. Tanyakan saja apa cita-citanya maka hampir bisa dipastikan mereka menjawab ingin menjadi dokter, pilot, polisi, bahkan presiden. Mereka belum tahu dinamika yang harus dilalui untuk mencapai cita-cita itu. Pada kasus lain bisa saja anak berkata bahwa cita-citanya adalah menjaga bumi, melindungi manusia, dsb. Tentu hal tersebut adalah dampak dari terlalu ‘menghayati’ film Power Ranger dan sejenisnya.

Fase setelah masa anak-anak adalah remaja dan dewasa. Pada masa dewasa seseorang akan kembali berkhayal seperti anak-anak, lebih tepatnya berkeinginan dan merencanakan. Apa yang mereka khayalkan sudah pasti lebih terarah daripada khayalan anak-anak. Perbedaan utama keduanya adalah cara melangkah, mewujudkan khayalan itu. Orang dewasa yang baik pasti memiliki cita-cita dan tujuan yang mulia. Dengan itu mereka berusaha mewujudkan khayalan. Akal dan hati pemberian dari Tuhanlah yang menuntun langkah tersebut.

3. Bait Ketiga: Armada Masa Depan
Kitalah armada masa depan. Keyakinan itu hendaknya dimiliki setiap manusia, khususnya pemuda. Pemuda memiliki semangat dan pemikiran yang baik meskipun hatinya terkadang lemah. Namun, seiring proses yang dilakukan maka kondisi hati seperti itu akan sirna. Dengan kondisi seperti itu semestinya para pemuda bisa menjadi pribadi yang bermanfaat dan bermartabat, bukan malah menjadi pribadi yang menuruti nafsu buruknya, merusak alam, dan menyusahkan masyarakat. Betapa hebatnya ketika ada pemuda yang sanggup membuat karya dan perubahan. Pemuda yang secara alamiah ingin bersenang-senang justru bisa mengukir dunia dengan karya dan pemikirannya. Benar-benar menjadi sosok calon armada masa depan.

Ilmu yang ada di dunia ini sangat banyak dan beragam. Sudah selayaknya setiap manusia menjadi pembelajar sejati, pembelajar yang tak pernah berhenti untuk memperoleh ilmu. Kondisi pemikiran pemuda yang baik justru sangat mendukung hal itu. Banyak sekali ilmu yang bisa didapatkan oleh seorang pemuda. Ilmu bisa diperoleh di segala tempat dan waktu, tidak harus di sekolah atau kampus. Permasalahannya adalah terletak pada minat mereka. Apa yang seharusnya dilakukan setelah mendapatkan ilmu? Penerapan dan berbagi. Sebisa mungkin ilmu yang telah dimiliki diterapkan dan dibagikan kepada orang lain. Ibaratnya, raih semua bintang (raih semua ilmu) dan tebarkan sinarnya terangi semesta (terapkan dan bagikan, dunia akan lebih baik).

4. Bait Keempat: Waktu
Waktu akan terus berjalan. Begitulah ketentuan yang telah tercipta. Suatu saat setiap manusia akan menjadi tua kecuali ada kondisi yang menghentikannya. Akankah perjalanan menuju masa tua menjadi sia-sia? Itu bergantung pada usaha yang dilakukan ketika remaja dan dewasa. Bukankah setiap manusia memiliki akal? Bukankah hati juga dimiliki? Sudah seharusnya tujuan dan cita-cita telah ditetapkan sejak awal. Dengan itu maka perjalanan hidup seorang manusia akan menjadi lebih bermakna. Penyesalan selalu berada di garis terakhir. Sebelum suatu penyesalan datang maka mempersiapkan diri adalah suatu kewajiban. Tidak ada satu agama pun yang menganjurkan penganutnya untuk menyia-nyiakan waktu. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang senantiasa memanfaatkan waktu.

5. Bait Kelima: Mahakarya untuk Negeri
Masa remaja adalah masa yang sangat produktif bagi orang-orang yang memahami. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa remaja terkadang memiliki masalah hati. Amarah yang berlebihan, kegalauan hati, dan sikap ragu mengambil keputusan adalah contoh masalah hati tersebut. Tidak jarang pencapaian cita-cita mereka terhambat karenanya. Ada realitas seorang remaja lebih memilih bersenang-senang dengan pasangannya daripada berusaha mencapai cita-citanya. Karena sifat dasar remaja yang demikian, sebisa mungkin mereka harus menyingkirkannya untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain. Susah memang, tetapi apakah harus berdiam diri saja tanpa berproses?

Bayangkan bila ada para remaja yang memiliki intelektual bagus, jiwa yang cukup stabil, dan perilaku yang etis! Hampir dapat dipastikan mahakarya-mahakarya dari mereka akan bermunculan. Negeri ini akan menjadi lebih baik. Utopis? Tidak. Selama ada tekad yang kuat, cita-cita mulia, dan langkah yang cerdas maka mahakarya tersebut akan mampu membawa perubahan. Ketika orang-orang menyesal mengapa dirinya tidak membangun diri dari awal, mereka justru telah berhasil membangun diri dan masyarakat.

(Sumber gambar: https://www.kapanlagi.com/foto/wallpaper/celebrities/indonesia/ada-band01.html)

Advertisements