Motivasi dan kesuksesan selalu berjalan beriringan. Ada banyak keajaiban yang muncul di balik motivasi yang besar. Ada beragam penemuan hebat setelah kesuksesan terjadi pada seseorang atau kelompok orang. Dua kata kunci yang perlu dipahami dari pembahasan ini yaitu motivasi dan kesuksesan. Menurut KBBI, motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Dari penjelasan itu terlihat bahwa motivasi mengarah ke suatu tindakan untuk tujuan tertentu. Artinya, motivasi berkaitan erat dengan kesuksesan karena secara umum hakikat kesuksesan adalah tercapainya tujuan. Dengan demikian, kesuksesan tidak diukur dari seberapa banyak uang yang didapat, seberapa mewah rumah yang dihuni, atau seberapa luas tanah yang dimiliki. Kesuksesan diukur dari tercapai tidaknya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal yang perlu digarisbawahi adalah tujuan yang baik akan membawa kebaikan pula dan sebaliknya.

Ada berbagai fenomena terkait motivasi yang mungkin bisa didapati dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan berikut semoga bisa menginspirasi pembaca. Lebih dari itu semoga tulisan bertema motivasi ini bisa memotivasi pembaca. Selamat membaca.

1. Menyelami Sumber Motivasi Diri
Ada dua sumber motivasi, yaitu sesuatu yang berasal dari diri sendiri atau di luar diri sendiri. Keduanya secara umum bersifat baik meskipun ada fenomena seseorang memiliki motivasi yang berasal bukan dari dirinya. Justru yang tidak baik adalah orang-orang yang tidak memiliki motivasi, semangat hidupnya lemah.

Memotivasi diri sendiri? Itu adalah kemampuan orang-orang yang luar biasa. Mereka adalah orang-orang yang selalu optimistis dan tangguh dalam menjalani hidup. Mereka mampu bangkit tanpa pertolongan orang lain di tengah kesulitan yang besar. Orang-orang seperti itu patut dijadikan contoh dan sarana belajar memperkuat jiwa. Kesuksesan telah di depan mata bagi orang-orang hebat seperti itu.

“Aku belum bisa memotivasi diri sendiri.” Ada yang berpikir seperti itu? Setiap manusia membutuhkan waktu untuk berproses. Tidak masalah jika semangat kita selama ini diperoleh dari saudara, sahabat, orangtua, pengajar, atau lainnya. Berproseslah! Tidak selamanya mereka mampu memberikan kekuatan jiwa karena waktu terus berjalan. Kesibukan dan kefokusan mereka tentu akan berubah menyesuaikan situasi yang terjadi. Dengan demikian, menjadi motivator diri sendiri adalah suatu keharusan tanpa menjadi pribadi yang egois, tidak butuh orang lain.

2. “Allah, Engkaulah Penyemangat Terhebat dalam Hidup”
Sebelumnya telah dipaparkan bahwa orang lain tidak bisa selamanya menjadi penyemangat jiwa. Berbeda dengan Allah, Dia selalu mampu menjadi penyemangat dan pengingat dalam hidup ini. Orang-orang yang mau berpikir tentu akan mengerti maksudnya. Betapa banyak orang-orang yang berhasil bangkit dari musibah luar biasa karena mereka memiliki motivator abadi, Allah, Sang Penguasa dunia ini. Betapa banyak orang-orang yang memiliki semangat juang tinggi karena Dia.

Hal yang sangat ironis bisa saja terjadi terhadap suatu semangat juang yang tinggi. Contohnya adalah adanya kelompok-kelompok tertentu yang memiliki tujuan buruk tetapi mereka mengatasnamakan Allah dalam langkahnya. Semoga hal itu tidak ada di dalam negeri ini. Andaikan ada, semoga mereka segera sadar.

Akhirnya, segala tujuan baik kita hendaknya selalu ada penyemangat terhebat di dalamnya. ‘Kesuksesan terhebat’ juga sudah pasti menunggu di sana. Sebelum waktunya tiba, alangkah baiknya kita raih kesuksesan-kesuksesan di dunia ini. Bismillah.

3. Antara Optimistis dan Ambisius
Orang yang penuh motivasi akan memiliki semangat yang menggebu-gebu. Tak jarang orang lain bingung atau kagum terhadap perilakunya, “Kok bisa ya?” Tak jarang pula orang lain salah penafsiran terhadapnya. Mereka menganggap dia terlalu ambisius mengejar sesuatu. Namun, bukankah ada kaidah bahwa sesuatu yang dilihat belum tentu seperti apa yang tampak? Jadi, alangkah baiknya kita menjernihkan pikiran dan perasaan sebelum menilai sesuatu.

Hidup ini adalah kompetisi. Itulah kenyataan yang ada. Sejak ada di dalam rahim pun kita sudah berkompetisi dengan jutaan sel sperma lainnya. Kitalah pemenangnya. Lantas bagaimana mungkin semangat berkompetisi kita bisa melemah setelah lahir? Segala sesuatu yang bisa diraih, raihlah! Segala sesuatu yang bisa dicapai, capailah! Semua akan bisa diraih dan tercapai jika kita optimistis. Mereka yang optimistis akan menyusun rencana-rencana indah dan baik untuk menuju tujuan. Mereka sangat yakin usahanya akan berhasil. Hanya masalah waktu kesuksesan akan bangun dan menghampiri orang-orang itu.

Ambisius sering disalahartikan oleh sebagian masyarakat. Mereka memiliki paradigma bahwa orang ambisius adalah orang yang buruk. Hal itu tidaklah benar. Ambisius memiliki arti berkeinginan keras mencapai sesuatu. Bukankah itu merupakan sesuatu yang baik? Meskipun begitu, terlalu ambisius adalah hal yang tidak baik. Seseorang bisa melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya. Akhirnya, orang lain dikorbankan demi ambisinya itu. Capailah tujuan dengan cara etis, raihlah kesuksesan yang manis!

4. Ingatlah, Semoga Kita Menjadi Orang yang Selalu Diingat
Pernah diberi nasihat oleh seseorang? Atau pernah dimotivasi olehnya? Setiap orang tentu pernah mengalami hal semacam itu. Ada yang dengan cara halus, berapi-api, bahkan kombinasi dari keduanya. Berlepas dari bagaimana pun itu yang penting nasihat dan motivasi itu pasti bermanfaat. Lalu, apa hubungannya dengan dengan judul nomor empat ini? Orang yang menasihati dan memotivasi seseorang selama hidup pasti lebih dari satu. Ingatlah satu per satu cara atau pola mereka melakukannya! Hal itu akan sangat bermanfaat terutama bagi orang-orang yang lemah sekali dalam hal komunikasi. Di sisi lain ada perintah untuk saling menasihati atau memotivasi dalam hal kebenaran dan kesabaran (Al Ashr[103]: 3). Data ingatan itu akan sangat bermanfaat untuk menjalani perintah tersebut. Hal itu memang terkesan seperti imitasi, meniru lalu menggunakan. Namun, seiring berjalannya waktu kelak seseorang bisa menjadi motivator yang hebat. Dia bisa mengombinasikan seluruh pola pikir dan pola bicara dari orang lain. Dengan demikian, orang itu akan selalu diingat dan menjadi inspirator orang lain.

5. Pacar=Penyemangat?
Jika dua orang memang benar2 saling menyukai satu sama lain. Itu bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi ‘hadiah’ yg hebat utk orang2 yg bersabar. Sementara kalau waktunya belum tiba, sibukkanlah diri utk terus menjadi lebih baik, bukan dengan melanggar banyak larangan. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar.

Kata-kata tersebut merupakan kata-kata dari novelis terkenal, Tere Liye. Dia menulis di halaman FB-nya. Amanat dari tulisan tersebut sangat jelas. Kita tidak perlu terburu-buru dalam hal perasaan. Pilihan yang bijak jika menjadikan waktu menunggu sebagai waktu membangun diri.

Telah dijelaskan bahwa penyemangat terhebat adalah Allah. Sudah dipaparkan bahwa saudara, sahabat, orangtua, atau pengajar juga bisa menjadi sumber motivasi. Bagaimana dengan ‘yang lain’? Penulis sangat sadar terhadap dinamika dan fitrah remaja yang kompleks. Justru akan menjadi semakin menyusahkan jika mereka melakukan suatu ‘ikatan’ yang tidak tercatat oleh negara. Maka, sebelum waktu memberikan kabar baik, berproses untuk menjadi motivator bagi diri sendiri dan orang lain adalah pilihan mutlak.

(Sumber gambar: http://dpunik.com/dp-bbm-kata-kata-motivasi/)

Advertisements