Doraemon adalah sebuah film kartun yang berasal dari Jepang. Film ini tentu telah banyak dikenal banyak orang. Doraemon adalah robot berbentuk kucing yang diciptakan pada abad ke-22 dan bisa mengabulkan semua impian melalui kantong ajaibnya. Dia sengaja dikirim oleh Sewashi yang tidak lain adalah cucu dari Nobita supaya kehidupan keturunan nobita bisa bernasib baik. Nobita dikenal sebagai anak yang ceroboh dan tidak memiliki keahlian khusus kecuali bermain karet dan tidur. Bersama teman-temannya seperti Shizuka, Suneo, dan Takeshi (Giant), mereka berjuang bersama dalam sebuah misi tertentu. Perjuangan mereka ditayangkan dalam bentuk ‘the movie’ seperti Dorabian Night, Tiga Pendekar Fantasi, Negeri Awan, dan masih banyak lagi. Berikut lima pelajaran yang dapat dipetik dari film ini.

1. Keharusan untuk Bermanfaat bagi Orang Lain
Telah diketahui bahwa Doraemon memiliki kantong ajaib yang bisa mengabulkan semua impian. Alat-alat seperti pintu ajaib, mesin waktu, dan baling-baling bambu adalah hal yang tidak asing bagi penggemar film ini. Semua itu sangat membantu bagi yang membutuhkan. Menjadi wajar di dalam film jika ada seorang karakter yang kesusahan terutama Nobita pasti mengadu pada Doraemon. Jauh berbeda dengan Nobita yang di dalam film sangat jarang bermanfaat bagi orang lain. Dengan demikian, setiap orang sebisa mungkin menjadikan dirinya bermanfaat bagi sesama.

2. Mengoptimalkan Kemampuan Pribadi
Setiap orang pasti memiliki kemampuan pribadi yang bisa jadi saling berbeda dengan yang lainnya. Bagian ini akan menceritakan kemampuan beberapa tokoh dalam fim Doraemon yang mereka miliki. Doraemon, kemampuannya adalah membantu orang lain atau istilahnya mengabulkan impian. Permintaan apapun pasti bisa dikabulkannya. Dalam film Petualangan di Negeri Awan Doraemon kehilangan kantong dan tubuhnya pun diikat oleh penjahat. Namun, dia berusaha memaksimalkan kemampuan menolongnya dengan cara menubrukkan diri ke ‘tangki pengencer awan’. Hal itu sangat berbahaya. Nobita, siapa bilang kemampuan bermain karet dan tidurnya tidak bisa dimaksimalkan? Dalam episode Negeri Matahari dia menggunakan kemampuan bermain karetnya untuk mengubah paradigma bahwa raja adalah orang yang buruk. Di sisi lain kemampuan tidurnya berguna dalam film Tiga Pendekar Fantasi. Dia bisa berjuang secara baik melalui kemampuan tidurnya. Shizuka, dia selalu bisa membuat orang-orang di sekitarnya menjadi senang. Giant, dia bisa maksimal jika ada pertempuran. Film ini memang khayalan, tetapi jika direfleksikan ke dunia nyata, pernyataan tidak ada manusia yang terlahir dengan sia-sia sangatlah benar.

3. Persahabatan dan Kesetiakawanan itu Penting
Suneo dan Giant adalah dua anak yang tidak suka kepada Nobita dan bahkan terkadang mereka memanfaatkannnya untuk kepentingan pribadi. Meskipun demikian, pada dasarnya mereka akan membantu Nobita saat kesusahan. Dalam ‘the movie’ realitas tersebut tampak sangat nyata meskipun Suneo kadang-kadang terpaksa membantu Nobita karena dipaksa oleh Giant. Halangan seberat apapun selalu bisa mereka lewati bersama kehadiran Doraemon dan Shizuka. Bukankah setiap dari kita memiliki kawan dan sahabat? Oleh karena itu, eratkanlah hubungan persahabatan itu apapun yang terjadi.

4. Efek Negatif Zaman yang Semakin Canggih
Bagian ini merupakan hal yang paling penting untuk dicermati bersama. Nobita menjadi manusia yang kurang kompeten karena selalu bergantung dengan alat ajaib Doraemon. Sangatlah jarang dia memanfaatkan dirinya sendiri. Bagian ini akan menjelaskan empat alat Doraemon yang bisa melemahkan manusia. Baling-baling bambu dan pintu kemana saja. Dengan dua alat itu manusia bisa mengakses suatu tempat dalam waktu yang sangat cepat tanpa berjalan kaki terlalu jauh. Akibatnya, kaki manusia jarang digunakan dan melemah fungsinya. Hal yang wajar wajar jika Nobita cepat lelah saat berjalan jauh atau berlari. Mesin waktu, dengan alat itu tiap manusia bisa mengubah sejarah yang ada dan melihat masa depan. Akhirnya, keutamaan berusaha pun tidak diperhatikan lagi. Akal bisa ‘lumpuh’ terhadap efek alat itu. IMACON (Image Controller), muncul dalam film Petualangan di Hotel Kaleng. Dengan alat tersebut manusia bisa memerintahkan robot untuk mengerjakan semua aktivitas orang tersebut. Dia tidak perlu bergerak untuk mengoperasikan alat itu, cukup dengan pikiran. Dampak terburuknya ialah semua fungsi bagian tubuh akan melemah karena tidak difungsikan.

Sekali lagi, film ini memang khayalan. Namun, lihatlah realitas sekarang! Kemunculan mobil dan motor sejatinya bisa melemahkan kaki manusia karena orang-orang hanya cukup duduk dan menyetir maka sudah beres. Ada pula televisi yang bisa melemahkan akal manusia dengan banyaknya tayangan-tayangan yang tidak berisi. Lagu-lagu di televisi, radio, dan internet yang bertema cinta dan kesedihan sehingga bisa membuat galau dan melemahkan mental dan dan perasaan manusia.

5. Ketergantungan itu Bersifat Buruk
Tokoh yang paling sering disorot dalam film adalah Doraemon dan Nobita. Penggemar film ini tentu tahu jika Nobita ada masalah, dia pasti mengadu ke Doraemon meskipun masalah itu sepele. Akibatnya, kemampuan fisik dan mental Nobita tidak berkembang dan melemah. Sungguh ironis jika di Jepang, negara dengan semangat yang tinggi, masih terdapat orang seperti Nobita. Kita pun juga begitu. Bila kita bisa ingin melakukan sesuatu, hendaknya berusaha sebaik mungkin, tidak selalu bergantung pada orang lain.

Catatan Penulis
*Sebaiknya kita tidak melihat film hanya dari segi tayangannya saja. Carilah hikmah/pelajaran di balik itu sehingga berguna untuk kehidupan!  Sekalipun film animasi, itu bukanlah berisi hiburan saja.

*Meminta bantuan kepada orang lain itu memang wajar karena manusia adalah makhluk sosial. Namun,  hal itu merupakan sebuah kesalahan jika terlalu bergantung pada bantuan tersebut tanpa ada usaha.

*Bersikaplah bijak pada zaman modern ini! Sayangi dan syukurilah anugerah yang telah diberikan Allah berupa akal, perasaan, dan fisik dengan cara menggunakannya secara baik!

(Sumber gambar: https://www.parhlo.com/how-doraemon-is-ruining-your-kids/)

Advertisements